Discover an exquisite world of art at Art Gallery Jakarta, a haven for art enthusiasts and collectors alike. With a stunning array of over 700 masterful artworks, including paintings, sketches, and sculptures, our gallery proudly showcases the legacy of renowned Indonesian artists who have shaped the nation's art scene. Our distinguished collection proudly showcases an impressive roster of renowned artists, each contributing a unique and captivating perspective to the world of art. From the timeless paintings of Basuki Abdullah and the evocative narratives of Dullah to the vibrant canvases of Hendra Gunawan and the thought-provoking visions of Hendro Juwono, our gallery presents a harmonious blend of artistic mastery. Discover the emotive sculptures of Surono, the intricate sketches by Kartono Yudhokusumo, and the enchanting creations of Widayat and Saptoto. Immerse yourself in the creative brilliance of Batara Lubis, Djajeng Asmara's intricate details, and the captivating expr...
Dies Natalis ISI Yogyakarta XXVI diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober-1 November 2010. Pameran seni rupa Dies Natalis kali ini diikuti mahasiswa-mahasiswa fakultas seni murni, seni kriya, desain interior, dan desain komunikasi visual.
Pameran seni rupa untuk fakultas seni murni (seni lukis, seni grafis, dan seni patung) diselenggarakan di gedung seni murni ISI Yogyakarta. Dari puluhan karya mahasiswa seluruh angkatan seni murni ISI Yogyakarta, untuk masing-masing prodi hanya 1 mahasiswa yang mendapatkan penghargaan karya terbaik. Karya terbaik Dies Natalis ISI Yogyakarta XXVI untuk prodi seni lukis diberikan kepada Seruni Bodjawati, prodi seni patung pada Faizal Rahman, dan prodi seni grafis pada Nofri Zaldi. Karya Seruni Bodjawati yang berjudul Matahari Tengah Malam memberi kejutan besar bagi pameran seni rupa Dies Natalis kali ini.
Menurut Subroto SM, ide karya Seruni luar biasa dan karyanya sangat orisinal. Dalam sejarah ISI, baru kali ini penghargaan seni lukis terbaik diberikan kepada mahasiswa semester tiga seperti Seruni. Sebelumnya penghargaan ini selalu diberikan kepada mahasiswa semester lima keatas karena kompetisinya sangat berat mengingat pesertanya adalah mahasiswa dari seluruh angkatan seni lukis.
Selama setahun di ISI, Seruni juga mendapatkan penghargaan karya lukis cat air terbaik, sketsa terbaik, dan indeks prestasi tertinggi se-fakultas seni murni ISI Yogyakarta. Seruni yang lahir pada tanggal 1 September 1991 ini telah mulai berkarya sejak usia sepuluh bulan sebagai pelukis cilik dan karya-karyanya telah diapresiasi di berbagai galeri serta media massa nasional dan internasional.
Karya Faizal Rahman yang berjudul Green House juga menampilkan ide yang segar dengan penyajian karya instalasi berupa rumah berwarna hijau yang didirikan diatas ranting-ranting kayu dan arang. Sedangkan karya grafis Nofri Zaldi yang berjudul Ayah memiliki ekspresi yang dapat tertuang dengan baik diatas karya grafis hitam-putihnya dengan teknik yang sangat baik.
Pameran Seni Rupa Dies Natalis ISI Yogyakarta XXVI ini diharapkan mampu terus memacu kreativitas mahasiswa ISI Yogyakarta untuk terus berkarya di kancah seni rupa Indonesia.
![]() |
| Seruni Bodjawati di samping karyanya yang mendapat penghargaan Dies Natalis. |
Menurut Subroto SM, ide karya Seruni luar biasa dan karyanya sangat orisinal. Dalam sejarah ISI, baru kali ini penghargaan seni lukis terbaik diberikan kepada mahasiswa semester tiga seperti Seruni. Sebelumnya penghargaan ini selalu diberikan kepada mahasiswa semester lima keatas karena kompetisinya sangat berat mengingat pesertanya adalah mahasiswa dari seluruh angkatan seni lukis.
Selama setahun di ISI, Seruni juga mendapatkan penghargaan karya lukis cat air terbaik, sketsa terbaik, dan indeks prestasi tertinggi se-fakultas seni murni ISI Yogyakarta. Seruni yang lahir pada tanggal 1 September 1991 ini telah mulai berkarya sejak usia sepuluh bulan sebagai pelukis cilik dan karya-karyanya telah diapresiasi di berbagai galeri serta media massa nasional dan internasional.
Karya Faizal Rahman yang berjudul Green House juga menampilkan ide yang segar dengan penyajian karya instalasi berupa rumah berwarna hijau yang didirikan diatas ranting-ranting kayu dan arang. Sedangkan karya grafis Nofri Zaldi yang berjudul Ayah memiliki ekspresi yang dapat tertuang dengan baik diatas karya grafis hitam-putihnya dengan teknik yang sangat baik.
Pameran Seni Rupa Dies Natalis ISI Yogyakarta XXVI ini diharapkan mampu terus memacu kreativitas mahasiswa ISI Yogyakarta untuk terus berkarya di kancah seni rupa Indonesia.


