Skip to main content

Art Gallery Jakarta: A Premier Collection of Indonesian Masterpieces

Discover an exquisite world of art at Art Gallery Jakarta, a haven for art enthusiasts and collectors alike. With a stunning array of over 700 masterful artworks, including paintings, sketches, and sculptures, our gallery proudly showcases the legacy of renowned Indonesian artists who have shaped the nation's art scene. Our distinguished collection proudly showcases an impressive roster of renowned artists, each contributing a unique and captivating perspective to the world of art. From the timeless paintings of Basuki Abdullah and the evocative narratives of Dullah to the vibrant canvases of Hendra Gunawan and the thought-provoking visions of Hendro Juwono, our gallery presents a harmonious blend of artistic mastery. Discover the emotive sculptures of Surono, the intricate sketches by Kartono Yudhokusumo, and the enchanting creations of Widayat and Saptoto. Immerse yourself in the creative brilliance of Batara Lubis, Djajeng Asmara's intricate details, and the captivating expr...

Laksamana Cheng Ho Penjelajah Lautan yang Membawa Misi Perdamaian


Cheng Ho adalah penjelajah asli Cina yang kehebatannya diakui oleh dunia. Di abad ke-15 ia berhasil menjelajahi banyak sekali wilayah di Asia, termasuk Indonesia. Cheng Ho dikenal sebagai orang yang sangat baik. Ia tidak seperti penjelajah lain dari Eropa yang selalu ingin menjarah dan membuat kekacauan di tempat mereka mendarat. Cheng Ho selalu melakukan hubungan diplomatik dengan negeri yang ia singgahi. Bahkan ia sering memberi cendera mata kepada kerajaan Nusantara di Indonesia.

Cheng Ho memiliki nama asli Ma Sanbao, atau sering dijuluki dengan nama Ma He. Ia merupakan orang asli Yunnan yang beragama Islam. Saat pasukan Kerajaan Ming berhasil menaklukkan wilayah itu, Cheng Ho ditangkap dan dijadikan seorang kasim. Lambat laun karier Cheng Ho meningkat dengan tajam, ia dikenal sangat kuat dan juga pemberani. Saat kerajaan Tiongkok mulai runtuh akibat Dinasti Mongol, Cheng Ho menawarkan diri untuk keliling dunia dan melakukan perbaikan, terutama untuk negeri yang pernah bersahabat dengan Tiongkok.

Cheng Ho memimpin armada kapal yang jumlahnya kurang lebih ada 307. Dari kapal itu, jumlah pasukan yang ia bawa mencapai 27.000 orang. Cheng Ho sendiri menaiki kapal terbesar dengan panjang sekitar 120 meter dan lebar 50 meter. Kapal ini terbuat dari rangkaian bambu yang disusun dengan sangat kuat. Selama penjelajahan, mereka membawa banyak sekali bekal makanan dan juga binatang yang bisa dikonsumsi selama berada di lautan. Selain itu, mereka juga membawa banyak sekali kain sutra mahal yang bisa dijual jika nantinya mendarat.


Setidaknya mulai tahun 1405 hingga 1433, Cheng Ho telah melakukan 7 pelayaran. Pelayaran pertama yang dilakukan Cheng Ho memakan waktu sekitar 2 tahun dengan daerah yang dijelajahi Champa, Jawa, Palembang, Malaka, Aru, hingga Kollam yang berada di India. Dari tujuh penjelajahan yang dilakukan oleh Cheng Ho, 6 di antaranya mendarat di Jawa. Pada pelayaran ke-6 di tahun 1421-1422 dikatakan jika Cheng Ho datang ke Jazirah Arab, hingga akhirnya ia mendapatkan gelar haji dan memiliki nama lain Haji Hamud Syams.

Berbeda dengan pelayar lain yang berasal dari Eropa, Cheng Ho tidak pernah melakukan penjajahan. Meski membawa puluhan ribu pasukan, Cheng Ho selalu berdamai dan suka sekali menjalin hubungan baik. Bahkan selama pendaratan, ia selalu memberikan oleh-oleh kepada negeri yang ia datangi. Selain memberikan hadiah, Cheng Ho juga membawa 30 utusan Kerajaan Nusantara dan sekitarnya untuk menghadap Kaisar Tiongkok.

Majalah Life menempatkan Laksamana Cheng Ho sebagai orang terpenting nomor 14 dalam milenium terakhir. Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Cheng Ho juga merupakan penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Ia memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini.

Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Sang Penjelajah Samudera. Ukuran: 130 x 100 cm. Media: Cat akrilik pada kanvas. Tahun: 2017. Available for sale.

Ingin mengoleksi karya lukisan asli Seruni Bodjawati? Hubungi: 085602897020 (WhatsApp). Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

If you would like to buy this original painting directly from the artist, order custom art or any business inquiries, please contact +6285602897020 (WhatsApp), send an e-mail to serunibodjawati@gmail.com, or send Direct Message on Instagram @seruni_bodjawati

Worldwide Shipping 

Curated Indonesian Fine Art and Paintings

Biography of Indonesian Woman Artist Seruni Bodjawati

Seruni Bodjawati is an Indonesian woman artist and painter who has received various awards in the field of art and culture. Her artworks and paintings have been displayed in galleries and museums in various cities in Indonesia as well as in countries across Asia, Europe, and America. Indonesian woman artist and painter Seruni Bodjawati at her art gallery, presenting her award winning artworks and contemporary Indonesian fine art. Seruni Bodjawati started painting at a young age and won various children's painting competitions in Yogyakarta and Central Java since the age of three. She pursued her formal education in Bachelor's of Fine Arts in Painting at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta and Master's in Fine Arts Creation at the Postgraduate Institute of Indonesian Arts Yogyakarta. Continuously dedicated to the field of art, Seruni consistently expanded her creative scope by producing indie art films, creating Javanese Wayang puppet theater, managing art projec...

Biografi Perupa Muda Indonesia Seruni Bodjawati - Seni Rupa Kontemporer

Intens, dramatis, dan berani, Seruni Bodjawati dikenal sebagai pelukis perempuan Indonesia berprestasi dengan reputasi internasional. Karya-karya perupa perempuan Indonesia ini telah dipamerkan dalam berbagai pameran seni rupa bersama dan tunggal di belasan negara, menjadikannya salah satu seniman perempuan Indonesia paling dikenal di kancah seni kontemporer. Berbagai penghargaan nasional dan internasional telah diraihnya, memperkuat posisinya sebagai pelukis wanita Indonesia inspiratif dan berpengaruh. Sebagai pelukis perempuan muda Indonesia dengan etos kerja tinggi, Seruni Bodjawati telah menunjukkan produktivitas luar biasa sejak usia kanak-kanak. Dedikasinya dalam seni lukis, konsistensi berkarya, serta pencapaian global menjadikannya figur penting ketika publik mencari pelukis perempuan Indonesia, seniman wanita Indonesia berprestasi, atau tokoh seni rupa perempuan Indonesia di era kontemporer. Lahir di Yogyakarta, 1 September 1991, ia bermain-main dengan kuas sejak usia 10 bulan...