Discover an exquisite world of art at Art Gallery Jakarta, a haven for art enthusiasts and collectors alike. With a stunning array of over 700 masterful artworks, including paintings, sketches, and sculptures, our gallery proudly showcases the legacy of renowned Indonesian artists who have shaped the nation's art scene. Our distinguished collection proudly showcases an impressive roster of renowned artists, each contributing a unique and captivating perspective to the world of art. From the timeless paintings of Basuki Abdullah and the evocative narratives of Dullah to the vibrant canvases of Hendra Gunawan and the thought-provoking visions of Hendro Juwono, our gallery presents a harmonious blend of artistic mastery. Discover the emotive sculptures of Surono, the intricate sketches by Kartono Yudhokusumo, and the enchanting creations of Widayat and Saptoto. Immerse yourself in the creative brilliance of Batara Lubis, Djajeng Asmara's intricate details, and the captivating expr...
Nyi Ageng Serang adalah pejuang yang sangat gigih berperang melawan penjajah di tanah air. Putranya, Pangeran Kusumowijoyo (Pangeran Serang II) menjadi panglima Diponegoro di areal Demak pada bulan-bulan awal Perang Jawa.
Nyi Ageng Serang adalah putri dari Pangeran Natapraja yang tak lain adalah seorang penguasa daerah Serang, Jawa Tengah. Selain penguasa, Pangeran Natapraja juga merupakan seorang Panglima Perang Sultan Hamengku Buwono I.
Wanita kelahiran Serang tersebut juga merupakan salah satu keturunan dari Sunan Kalijaga. Beliau juga mempunyai seorang cucu yang kelak akan menjadi seorang pahlawan, yakni R.M. Soewardi Surjaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.
Berkat latar belakang keturunan yang berasal pada sang wali dan laku tirakatnya, sang pangeran dan ibunya sangat dihormati pengikut Diponegoro karena dianugerahi kasekten (kesaktian atau tenaga batin) luar biasa. Kemampuan itu dicapai dengan bersemadi dalam gua-gua sunyi di pantai selatan Jawa.
Dalam Perang Jawa, Nyi Ageng Serang ikut angkat senjata membantu putranya. Ia adalah ahli siasat dan strategi. Nyi Ageng Serang dikabarkan menggunakan taktik kamuflase daun keladi atau daun lumbu yang wajib dibawa setiap prajurit dan rakyat yang ikut berperang.
Ia meraja-lela dan membunuh musuh, termasuk Ki Simbar Jaya si pengkhianat dengan senjatanya cundrik dan selendangnya. Karena kesaktiannya, oleh masyarakat Serang, nenek Ki Hadjar Dewantara ini dijuluki Djayeng Sekar.
Kemasyurannya sebagai anggota keluarga Sunan Kalijaga yang dimuliakan itu, belum lagi kehidupannya sebagai seorang pejuang dan perempuan pertapa, memungkinkan Nyi Ageng Serang memberikan pengaruh penting pada penduduk daerah asalnya, Serang-Demak, bahkan lama setelah Perang Jawa resmi berakhir, 28 Maret 1830.
Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Sang Panglima Sakti Perang Jawa. Ukuran: 130 x 100 cm. Media: Cat akrilik pada kanvas. Tahun: 2018. Available.
If you would like to buy this original painting directly from the artist, order custom art or any business inquiries, please contact +6285602897020 (WhatsApp), send an e-mail to serunibodjawati@gmail.com, or send Direct Message on Instagram @seruni_bodjawati
Worldwide Shipping
