Skip to main content

Art Gallery Jakarta: A Premier Collection of Indonesian Masterpieces

Discover an exquisite world of art at Art Gallery Jakarta, a haven for art enthusiasts and collectors alike. With a stunning array of over 700 masterful artworks, including paintings, sketches, and sculptures, our gallery proudly showcases the legacy of renowned Indonesian artists who have shaped the nation's art scene. Our distinguished collection proudly showcases an impressive roster of renowned artists, each contributing a unique and captivating perspective to the world of art. From the timeless paintings of Basuki Abdullah and the evocative narratives of Dullah to the vibrant canvases of Hendra Gunawan and the thought-provoking visions of Hendro Juwono, our gallery presents a harmonious blend of artistic mastery. Discover the emotive sculptures of Surono, the intricate sketches by Kartono Yudhokusumo, and the enchanting creations of Widayat and Saptoto. Immerse yourself in the creative brilliance of Batara Lubis, Djajeng Asmara's intricate details, and the captivating expr...

Soe Hok Gie Aktivis yang Mengkritik Pemerintah Indonesia dengan Gagah Berani

Lukisan Seruni Bodjawati tentang Soe Hok Gie. Hubungi WA untuk mendapatkan karya ini: 085602897020. Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

Soe Hok Gie adalah aktivitis Indonesia keturunan Tionghoa yang lahir pada 17 Desember 1942. Sosoknya sangat terkenal karena berbagai tulisannya yang kritis tentang pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru. Ia menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto. Walaupun meninggal muda pada usia 26 tahun, Soe Hok Gie selalu dikenang dan dijadikan inspirasi oleh masyarakat Indonesia.

Sejak masih sekolah, Gie sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih SD, Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Karena ayahnya seorang penulis, tak heran ia begitu dekat dengan sastra. Selama di SMA, minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam. Ia juga mulai tertarik pada ilmu sejarah. Kesadaran berpolitiknya pun mulai bangkit. Dari sinilah ia mulai menghasilkan berbagai tulisan yang tajam dan penuh kritik.


Setelah lulus SMA, Gie kuliah di Universitas Indonesia (UI) dari tahun 1962 sampai 1969. Selama menjadi mahasiswa, ia menjadi aktivitis yang kritis dalam memprotes Presiden Soekarno dan PKI. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno. Setelah lulus, ia menjadi dosen di almamaternya sampai hari kematiannya. Pada tahun 1965, Gie membantu mendirikan Mapala UI, organisasi lingkungan di kalangan mahasiswa. Ia terkenal sangat suka mendaki gunung. Ironisnya, Gie meninggal karena menghirup gas beracun saat mendaki Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahun ke-27. Ia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Gie dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat.

Walau Gie telah meninggal, karya-karyanya menjadi inspirasi banyak orang hingga sekarang. Buku harian Gie diterbitkan pada tahun 1983, dengan judul Catatan Seorang Demonstran yang berisi opini dan pengalamannya terhadap aksi demokrasi. Buku harian Soe ini menjadi inspirasi untuk film 2005, berjudul Gie, yang disutradarai oleh Riri Riza dan dibintangi Nicholas Saputra sebagai Soe Hok Gie. Gie juga merupakan subjek dari sebuah buku 1997, yang ditulis oleh Dr John Maxwell yang berjudul Soe Hok Gie: Diary of a Young Indonesian Intellectual. Buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2001, dan berjudul Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.


Gie dikenal sebagai penulis produktif di berbagai media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995). Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan.

Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Nirwana Perjuangan Sang Demonstran. Ukuran: 130 x 100 cm. Media: Cat akrilik pada kanvas. Tahun: 2017. Available.

Ingin mengoleksi karya lukisan asli Seruni Bodjawati? Hubungi: 085602897020 (WhatsApp). Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

If you would like to buy this original painting directly from the artist, order custom art or any business inquiries, please contact +6285602897020 (WhatsApp), e-mail: serunibodjawati@gmail.com, or Direct Message on Instagram @seruni_bodjawati

Worldwide Shipping 

Curated Indonesian Fine Art and Paintings

Biography of Indonesian Woman Artist Seruni Bodjawati

Seruni Bodjawati is an Indonesian woman artist and painter who has received various awards in the field of art and culture. Her artworks and paintings have been displayed in galleries and museums in various cities in Indonesia as well as in countries across Asia, Europe, and America. Indonesian woman artist and painter Seruni Bodjawati at her art gallery, presenting her award winning artworks and contemporary Indonesian fine art. Seruni Bodjawati started painting at a young age and won various children's painting competitions in Yogyakarta and Central Java since the age of three. She pursued her formal education in Bachelor's of Fine Arts in Painting at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta and Master's in Fine Arts Creation at the Postgraduate Institute of Indonesian Arts Yogyakarta. Continuously dedicated to the field of art, Seruni consistently expanded her creative scope by producing indie art films, creating Javanese Wayang puppet theater, managing art projec...

Biografi Perupa Muda Indonesia Seruni Bodjawati - Seni Rupa Kontemporer

Intens, dramatis, dan berani, Seruni Bodjawati dikenal sebagai pelukis perempuan Indonesia berprestasi dengan reputasi internasional. Karya-karya perupa perempuan Indonesia ini telah dipamerkan dalam berbagai pameran seni rupa bersama dan tunggal di belasan negara, menjadikannya salah satu seniman perempuan Indonesia paling dikenal di kancah seni kontemporer. Berbagai penghargaan nasional dan internasional telah diraihnya, memperkuat posisinya sebagai pelukis wanita Indonesia inspiratif dan berpengaruh. Sebagai pelukis perempuan muda Indonesia dengan etos kerja tinggi, Seruni Bodjawati telah menunjukkan produktivitas luar biasa sejak usia kanak-kanak. Dedikasinya dalam seni lukis, konsistensi berkarya, serta pencapaian global menjadikannya figur penting ketika publik mencari pelukis perempuan Indonesia, seniman wanita Indonesia berprestasi, atau tokoh seni rupa perempuan Indonesia di era kontemporer. Lahir di Yogyakarta, 1 September 1991, ia bermain-main dengan kuas sejak usia 10 bulan...