Skip to main content

Art Gallery Jakarta: A Premier Collection of Indonesian Masterpieces

Discover an exquisite world of art at Art Gallery Jakarta, a haven for art enthusiasts and collectors alike. With a stunning array of over 700 masterful artworks, including paintings, sketches, and sculptures, our gallery proudly showcases the legacy of renowned Indonesian artists who have shaped the nation's art scene. Our distinguished collection proudly showcases an impressive roster of renowned artists, each contributing a unique and captivating perspective to the world of art. From the timeless paintings of Basuki Abdullah and the evocative narratives of Dullah to the vibrant canvases of Hendra Gunawan and the thought-provoking visions of Hendro Juwono, our gallery presents a harmonious blend of artistic mastery. Discover the emotive sculptures of Surono, the intricate sketches by Kartono Yudhokusumo, and the enchanting creations of Widayat and Saptoto. Immerse yourself in the creative brilliance of Batara Lubis, Djajeng Asmara's intricate details, and the captivating expr...

Yap Thiam Hien Pengacara Tionghoa yang Memperjuangkan Hak Segala Etnis

Lukisan Seruni Bodjawati tentang Yap Thiam Hien. Hubungi WA untuk mendapatkan karya ini: 085602897020. Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

Yap Thiam Hien adalah seorang pengacara Indonesia keturunan Tionghoa. Ia mengabdikan seluruh hidupnya berjuang demi menegakkan keadilan dan hak asasi manusia di Indonesia. Yap lahir di Koeta Radja, Aceh, pada 25 Mei 1913. Ia dibesarkan dalam lingkungan perkebunan yang sangat feodalistik. Karena itu, sejak kecil ia bersifat memberontak dan membenci segala bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan. 

Yap belajar di Europesche Lagere School, Banda Aceh. Kemudian melanjut ke MULO di Banda Aceh. Pada tahun 1920-an, ia pindah sekolah ke MULO di Batavia. Lalu ia meneruskan ke AMS A-II dengan program bahasa-bahasa Barat di Bandung serta Yogyakarta dan lulus pada 1933. Kemudian ia masuk ke sekolah pendidikan guru Hollands-Chineesche Kweekschool, di Meester Cornelis. Pada 1943, ia mendaftar di Rechsthogeschool (Sekolah Tinggi Hukum). Kemudian pada awal 1946, Yap melanjutkan studi hukumnya di Universitas Leiden, Belanda. Dari sana ia meraih gelar Meester in de Rechten.

Sekembalinya ke tanah air pada 1948, Yap mulai berkiprah sebagai seorang pengacara untuk warga keturunan Tionghoa di Jakarta. Belakangan ia bergabung dengan sebuah biro hukum kecil namun cukup terkemuka. Setelah lebih berpengalaman, Yap bersama John Karwin, Mochtar Kusumaatmadja dan Komar membuka kantor pengacara pada 1950. Sampai kemudian, Yap membuka kantor pengacara sendiri pada 1970 dan kemudian memelopori berdirinya Peradin (Persatuan Advokat Indonesia) dan menjadi pimpinannya.


Dalam rangka memperkuat perlawanannya terhadap penindasan dan tindakan diskriminatif yang dialami keturunan Tionghoa, Yap ikut mendirikan Baperki, suatu organisasi massa yang mulanya didirikan untuk memperjuangkan kepentingan politik orang-orang Tionghoa. Lalu, pada Pemilihan Umum 1955, ia menjadi anggota Konstituante. Nama Yap muncul ke permukaan setelah ia terlibat dalam perdebatan di Konstituante pada 1959. Ia satu-satunya anggota Konstituante yang menentang UUD 1945 karena keberadaan Pasal 6 yang diskriminatif dan konsep kepresidenan yang terlalu kuat.

Selama menjadi pengacara, Yap pernah membela pedagang di Pasar Senen yang tempat usahanya tergusur oleh pemilik gedung. Yap juga menjadi salah seorang pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Pada era Bung Karno, Yap menulis artikel yang mengimbau presiden agar membebaskan sejumlah tahanan politik, seperti Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Mochtar Lubis, Subadio, Syahrir, dan Princen.

Begitu pula ketika terjadinya Peristiwa G30S, Yap, yang dikenal sebagai pribadi yang antikomunis, juga berani membela para tersangka G30S seperti Abdul Latief, Asep Suryawan, Oei Tjoe Tat, dan Sudisman. Pada Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) 1974, Yap juga tampil teguh memosisikan diri membela para aktivis mahasiswa. Begitu pula ketika terjadi Peristiwa Tanjung Priok pada 1984, Yap maju ke depan membela para tersangka. Hingga kini sosoknya dikagumi banyak ahli hukum ternama seperti Todung Mulya Lubis dan Hotman Paris Hutapea.

Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Sang Pendekar Keadilan. Ukuran: 130 x 100 cm. Media: Cat akrilik pada kanvas. Tahun: 2017.

Ingin mengoleksi karya lukisan asli Seruni Bodjawati? Hubungi: 085602897020 (WhatsApp). Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

If you would like to buy this original painting directly from the artist, order custom art or any business inquiries, please contact +6285602897020 (WhatsApp), send an e-mail to serunibodjawati@gmail.com, or send Direct Message on Instagram @seruni_bodjawati

Worldwide Shipping 

Curated Indonesian Fine Art and Paintings

Biography of Indonesian Woman Artist Seruni Bodjawati

Seruni Bodjawati is an Indonesian woman artist and painter who has received various awards in the field of art and culture. Her artworks and paintings have been displayed in galleries and museums in various cities in Indonesia as well as in countries across Asia, Europe, and America. Indonesian woman artist and painter Seruni Bodjawati at her art gallery, presenting her award winning artworks and contemporary Indonesian fine art. Seruni Bodjawati started painting at a young age and won various children's painting competitions in Yogyakarta and Central Java since the age of three. She pursued her formal education in Bachelor's of Fine Arts in Painting at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta and Master's in Fine Arts Creation at the Postgraduate Institute of Indonesian Arts Yogyakarta. Continuously dedicated to the field of art, Seruni consistently expanded her creative scope by producing indie art films, creating Javanese Wayang puppet theater, managing art projec...

Biografi Perupa Muda Indonesia Seruni Bodjawati - Seni Rupa Kontemporer

Intens, dramatis, dan berani, Seruni Bodjawati dikenal sebagai pelukis perempuan Indonesia berprestasi dengan reputasi internasional. Karya-karya perupa perempuan Indonesia ini telah dipamerkan dalam berbagai pameran seni rupa bersama dan tunggal di belasan negara, menjadikannya salah satu seniman perempuan Indonesia paling dikenal di kancah seni kontemporer. Berbagai penghargaan nasional dan internasional telah diraihnya, memperkuat posisinya sebagai pelukis wanita Indonesia inspiratif dan berpengaruh. Sebagai pelukis perempuan muda Indonesia dengan etos kerja tinggi, Seruni Bodjawati telah menunjukkan produktivitas luar biasa sejak usia kanak-kanak. Dedikasinya dalam seni lukis, konsistensi berkarya, serta pencapaian global menjadikannya figur penting ketika publik mencari pelukis perempuan Indonesia, seniman wanita Indonesia berprestasi, atau tokoh seni rupa perempuan Indonesia di era kontemporer. Lahir di Yogyakarta, 1 September 1991, ia bermain-main dengan kuas sejak usia 10 bulan...