Kata teh berasal dari bahasa Cina, yaitu Te. Menurut sejarah, teh diperkirakan ditemukan oleh Kaisar Kekaisaran Cina bernama Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737 sebelum Masehi. Kaisar Shen Nung tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai tabib dan penyembuh yang mendalami tanaman herbal serta pengobatan alami dalam budaya Tionghoa kuno.
Kisah penemuan teh bermula dari sebuah ketidaksengajaan yang penuh makna. Suatu hari, Kaisar Shen Nung sedang merebus air dalam kuali di kebun istana. Tanpa disadari, selembar daun teh dari kebun tersebut jatuh ke dalam air panas. Saat daun teh terseduh, aroma harum yang lembut langsung tercium dan menarik perhatian sang kaisar. Rasa sepat dan pahit yang muncul justru memberikan sensasi menyegarkan dan menenangkan, sehingga ia tertarik untuk meminumnya.
Setelah meminum air seduhan daun teh tersebut, Kaisar Shen Nung merasakan tubuhnya menjadi lebih segar dan beberapa keluhan kesehatan yang ia alami berangsur menghilang. Dari pengalaman itu, ia mulai meneliti lebih dalam manfaat daun teh. Teh kemudian dijadikan minuman sehari-hari oleh sang kaisar, sebelum akhirnya dibagikan kepada rakyat Cina dan menjadi bagian penting dari budaya, kesehatan, dan filosofi hidup masyarakat Tionghoa.
Sejak saat itu, teh berkembang menjadi minuman paling populer di dunia, melampaui batas budaya dan zaman, sekaligus menjadi simbol ketenangan, keseimbangan, dan keselarasan hidup.
Kisah dan filosofi inilah yang kerap menginspirasi lukisan-lukisan Seruni Bodjawati tentang budaya Tionghoa, yang menghadirkan tema teh, ketenangan batin, tradisi kuno, serta nilai harmoni dalam kehidupan. Melalui gaya seni yang halus dan kontemporer, lukisan Seruni Bodjawati tidak hanya merepresentasikan sejarah dan budaya Tionghoa, tetapi juga menghadirkan energi positif, refleksi spiritual, dan keindahan yang cocok sebagai dekorasi feng shui untuk rumah, galeri, maupun ruang bisnis.
Lukisan bertema budaya Tionghoa karya Seruni Bodjawati menjadi perpaduan antara seni, sejarah, dan filosofi hidup yang terus relevan hingga masa kini.
*****Painting by Seruni Bodjawati. Title: Malam Penuh Damai (A Night Full of Peace). Handmade painting: acrylic, ink on canvas. 80 x 90 cm. 2024. Available.
