Skip to main content

Art Gallery Jakarta: A Premier Collection of Indonesian Masterpieces

Discover an exquisite world of art at Art Gallery Jakarta, a haven for art enthusiasts and collectors alike. With a stunning array of over 700 masterful artworks, including paintings, sketches, and sculptures, our gallery proudly showcases the legacy of renowned Indonesian artists who have shaped the nation's art scene. Our distinguished collection proudly showcases an impressive roster of renowned artists, each contributing a unique and captivating perspective to the world of art. From the timeless paintings of Basuki Abdullah and the evocative narratives of Dullah to the vibrant canvases of Hendra Gunawan and the thought-provoking visions of Hendro Juwono, our gallery presents a harmonious blend of artistic mastery. Discover the emotive sculptures of Surono, the intricate sketches by Kartono Yudhokusumo, and the enchanting creations of Widayat and Saptoto. Immerse yourself in the creative brilliance of Batara Lubis, Djajeng Asmara's intricate details, and the captivating expr...

Pahlawan Perempuan Papua Pejuang Lingkungan dan Adat Mama Yosepha Alomang

Lukisan Seruni Bodjawati tentang Pahlawan Papua Yosepha Alomang. Hubungi WA untuk mendapatkan karya ini: 085602897020. Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

Yosepha Alomang yang sering disebut Mama Yosepha, adalah saksi kerusakan lingkungan alam dan sosial yang dibuat oleh Freeport, yang adalah pemodal transnasional yang didukung negara dengan hadirkan militer di Papua. Untuk ambil emas dan tembaga yang berlimpah di sana. Freeport mulai hadir di masa dewasa Yosepha yang lahir tahun 1940. Sekaligus Yosepha jadi korban berat kehadiran Freeport bersama komunitasnya. Yang mengambil gunung Newangkawi, tanah ulayat Suku Alomang tempat ia lahir.

Tanah Ulayat suku Amungme, berupa gunung suci tempat emas dan tembaga bersemayam. Diambil begitu saja oleh negara di masa orde baru. Tanpa konsultasi dan izin dengan pemilik tanah. Di zaman Soekarno pengambilannya ditekankan untung- kan Indonesia. Sedang di zaman Soeharto kepentingan Indonesia dikesampingkan. Freeport untungkan pemodal yang berselingkuh dengan pejabat yang ada untuk keruk emas dapatkan uang sebanyak-banyaknya dengan korban masyarakat di sana.

Gunung Newangkali adalah gunung suci Suku Amongme. Mereka punya kecerdasan lokal untuk mengelolanya. Pengetahuan lokal dengan gaya hidup penghuninya dihancurkan perlahan. Setiap hari ada 200.000 ton limbah dipompa ke sungai. Belum imigran dari luar Papua yang ciptakan konflik dalam soal pengelolaan lingkungan dan tanah. Masalah semua itu tentu dihadapi penghuninya dengan protes, yang munculkan Mama Yosepha sebagai tokoh penggeraknya.

Perjalanan Yosepha dan kawan-kawan melawan Freeport dimulai dari pemotongan pipa milik Freeport di Agimuga. Freeport dinilai merampas tanah kepunyaan rakyat Amungme. Ulah ini direspon dengan militer maju melindungi Freeport. Yosepha, keluarga dan kawan-kawan harus bersembunyi di hutan untuk hindari militer. Kejadian ini menelan korban anak sulung yang meninggal karena kelaparan.

Gereja Katolik bantu Yosepha jadi penggerak Koperasi Kulakok, yang jual sayur dan buah untuk bertahan hidup. Barang dagangannya tak laku karena Freeport datangkan barang dari luar. Seharusnya Freeport dukung rakyat setempat dengan beli barang-barang yang ada. Lalu para perempuan Alomang protes dengan hancurkan buah dan sayur impor.

Tahun 1991 Yosepha melakukan aksi unjuk rasa di bandara Timika selama 3 Hari. Dengan ia nyalakan api di landasan udara. Dia protes menolak kehadiran Freeport dan pemerintah Indonesia. Derita rakyat Alongme diharapkan didengarkan.

Tahun 1994 ia ditahan bersama Mama Yuliana. Dengan tuduhan menolong Kelly Kwalik tokoh OPM*. Mereka ditahan dan dimasukkan ke dalam tempat penampungan kotoran manusia yang sampai setinggi seluput.

Tahun 1996 Yosepha menuntut perdata Freeport MCM McMoRan Coper & Gold di Amerika Serikat. Ia menuntut ganti rugi bagi diri dan kerusakan lingkungan yang telah Ditimbulkan. Freeport akhirnya memberi Yosepha AS$ 248.000 pada tahun 2001. Uang ini digunakan bangun Kompleks Yosepha Alomang, yang berisi klinik, gedung pertemuan, panti asuhan, monumen pelanggaran hak asasi manusia. Tahun yang sama Yosepha mendapat anugerah Lingkungan Goldman dari Amerika.

Tahun 2000 Bendungan Wanagon runtuh. Lalu Yosepha meninjau bendungan ini. Setelah itu ia dan rombongan ke Jayapura untuk melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD. Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan bernama Yahamak didirikan Yosepha tahun 2001. Yayasan ini didirikan dengan gunakan uang dari Yap Thiam Hien yang diterima tahun 1999.

Yosepha terus berjuang melawan Freeport sekalipun ia telah mendapat ganti Rugi. Tahun 2003 Yosepha menyerukan agar Freeport berhenti beroperasi. Seruan ini dipicu oleh tambang Grasbert milik Freeport yang runtuh dan tewaskan 9 orang.

Perjuangan Yosepha melawan kapitalisme global dan pemerintah. Terkait dengan perusakan lingkungan hidup yang berdampak langsung pada hidup penghuni. Presiden Abdurrahman Wahid mengganti nama Irian menjadi Papua yang diminta orang lokal Papua. Presiden Joko Widodo membuat jalan sebagai pembuka akses orang Papua saling berhubungan. Juga harga bensin dibuat sama oleh presiden.

Joko Widodo. Yang ramai dibahas adalah keberhasilan mendapatkan saham 51 persen. Freeport yang sebelumnya 9,36 persen di masa sebelum presiden Joko Widodo. Meski begitu teriakan masih banyak bergema yang harus dijawab sebagai bagian dari saudara sebangsa masih bergema keras. Yosepha telah menginspirasi tokoh pejuang hak asasi manusia dengan isu lingkungan hidup dan adat. Lahir kemudian tokoh Mama Aleta dari tanah Timor. *Teks oleh Esthi Susanti Hudiono.

Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Perempuan Perkasa dari Tanah Papua (Yosepha Alomang). Ukuran lukisan: 120 x 100 cm. Media: Cat akrilik pada kanvas. Tahun: 2019. Available.

Ingin mengoleksi karya lukisan asli Seruni Bodjawati? Hubungi: 085602897020 (WhatsApp). Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

If you would like to buy this original painting directly from the artist, order custom art or any business inquiries, please contact: +6285602897020 (WhatsApp), e-mail: serunibodjawati@gmail.com, or Direct Message on Instagram @seruni_bodjawati

Worldwide Shipping 

Curated Indonesian Fine Art and Paintings

Biography of Indonesian Woman Artist Seruni Bodjawati

Seruni Bodjawati is an Indonesian woman artist and painter who has received various awards in the field of art and culture. Her artworks and paintings have been displayed in galleries and museums in various cities in Indonesia as well as in countries across Asia, Europe, and America. Indonesian woman artist and painter Seruni Bodjawati at her art gallery, presenting her award winning artworks and contemporary Indonesian fine art. Seruni Bodjawati started painting at a young age and won various children's painting competitions in Yogyakarta and Central Java since the age of three. She pursued her formal education in Bachelor's of Fine Arts in Painting at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta and Master's in Fine Arts Creation at the Postgraduate Institute of Indonesian Arts Yogyakarta. Continuously dedicated to the field of art, Seruni consistently expanded her creative scope by producing indie art films, creating Javanese Wayang puppet theater, managing art projec...

Biografi Perupa Muda Indonesia Seruni Bodjawati - Seni Rupa Kontemporer

Intens, dramatis, dan berani, Seruni Bodjawati dikenal sebagai pelukis perempuan Indonesia berprestasi dengan reputasi internasional. Karya-karya perupa perempuan Indonesia ini telah dipamerkan dalam berbagai pameran seni rupa bersama dan tunggal di belasan negara, menjadikannya salah satu seniman perempuan Indonesia paling dikenal di kancah seni kontemporer. Berbagai penghargaan nasional dan internasional telah diraihnya, memperkuat posisinya sebagai pelukis wanita Indonesia inspiratif dan berpengaruh. Sebagai pelukis perempuan muda Indonesia dengan etos kerja tinggi, Seruni Bodjawati telah menunjukkan produktivitas luar biasa sejak usia kanak-kanak. Dedikasinya dalam seni lukis, konsistensi berkarya, serta pencapaian global menjadikannya figur penting ketika publik mencari pelukis perempuan Indonesia, seniman wanita Indonesia berprestasi, atau tokoh seni rupa perempuan Indonesia di era kontemporer. Lahir di Yogyakarta, 1 September 1991, ia bermain-main dengan kuas sejak usia 10 bulan...