Skip to main content

Sejarah Perjuangan, Misteri Kematian dan Pelajaran dari Pahlawan Buruh Indonesia Marsinah

Lukisan Seruni Bodjawati tentang Marsinah. Hubungi WA untuk mendapatkan karya ini: 085602897020. Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

Marsinah gadis kelahiran Nglundo, Nganjuk yang hidup di zaman Orde Baru sebagai buruh pabrik di Porong. Dalam sistem kapitalisme yang didukung negara yang berpihak pada pengusaha. Dengan menempatkan tentara sebagai penyelesai konflik buruh. Ia sebagai korban kekerasan brutal tentara. Karena ia menggugat sistem kapitalisme yang tak penuhi haknya. Negara ingkar janji melindungi warganya. Hingga kini pem- bunuhnya tetap jadi misteri.

Marsinah jadi simbol Buruh Pencari Keadilan. Ia jadi ikon untuk pencapaian janji konstitusi Indonesia. Pada orang se- macam dirinya. Namanya dibahas serius oleh amnesti interna- sional, ILO, dan organisasi hak asasi manusia. Studi hukumpun tak lepas membahas Marsinah. Ia menyandang Yap Thiam Hien Award tahun 1993. Marsinah telah mengisi panggung pertunjukan film dan teater.

Marsinah hanya berumur 24 tahun. Mati di tangan tentara dengan cara keji. Tulang panggul bagian depan hancur. Tulang kemaluan kiri patah berkeping-keping. Tulang kemaluan kanan patah. Tulang usus kanan patah sampai terpisah. Tulang selang- kangan kanan patah seluruhnya. Labia minora kiri robek dan ada serpihak tulang. Ada luka di bagian dalam alat kelamin sepanjang 3 sentimeter. Pendarahan di dalam rongga perut. Kematian Marsinah oleh tembakan senjata api bukan karena pendarahan, demikian visum dokter.

Sang pembawa senjata pembunuh lemparkan kesalahan pada orang-orang perusahaan. Direkayasalah drama pembunuhan Marsinah. Sebanyak 9 orang ditangkap sebagai pembunuh. Mereka diperlakukan dengan keji pula. Horor terjadi dengan pelaku tentara yang kemudian melempar ke polisi. Polisipun ikut bersekongkol atas rekayasa yang ada. Tampil Trimoelja D. Soerjadi sebagai pengacara pembela bersama pembela awal. Melalui perang urat syaraf dengan melibatkan publik. Akhirnya Trimulya berhasil membebaskan tertuduh yang disahkan oleh Mahkamah Agung.

Gadis sederhana tak beribu sejak kecil. Tinggal bersama nenek karena ayah menikah lagi. Seorang pendiam, berempati tinggi pada orang lain, dan pemberani. Sejak kecil rajin belajar, membaca, dan bekerja. Ingin ke perguruan tinggi tak berbiaya. Ikuti kursus komputer dan bahasa Inggris. Berbekal prinsip “Pengetahuan Mengubah Nasib Seseorang” yang ia cari melalui kliping koran dan berdialog dengan orang lain.

Gadis yang begitu militan ingin mengubah nasibnya. Melalui gugatan terhadap haknya sebagai buruh yang telah disetujui oleh Menteri Tenaga Kerja yang ditolak pada awalnya oleh perusahaan jam tempat ia bekerja. Lalu ia jadi salah satu motor penggerak untuk pemenuhan hak atas 12 tuntutan yang teru- muskan. Melalui demonstrasi sebagian besar buruh ke perusa- haan tempat ia bekerja.

Drama besar terjadi. Saat Marsinah marah atas penangkapan 13 orang temannya pada 5 Mei 1993 oleh Kodim Sidoarjo. Yang dipaksa mengundurkan diri karena dituduh rapat gelap dan provokasi karyawan tak masuk kerja. Padahal sehari sebe- lumnya perusahaan tempat kerjanya telah mengabulkan tuntutan buruh kecuali membubarkan SPSI*. Marsinah mendatangi kodim untuk membela teman-temannya. Keberaniannya meng- gugah kemarahan tentara sehingga mengundang kekerasan brutal pada dirinya. Ia diperkosa lalu tubuhnya dirusak dengan keji.

Marsinah ada di sana. Untuk selalu ingatkan penguasa untuk setia pada Dasar Negara, yang dibuat oleh Pendiri Bangsa. Dalam bunyi Sila Kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Bangsa”. Padanya kita belajar tentang perbaikan nasib melalui ke- sungguhan hati. Tak ada yang tersia dari yang dilakukan dari hati. Ia menjadi mercu suar penunjukan arah. Untuk buruh mendapatkan hak hidup layak. *Teks oleh Esthi Susanti Hudiono.

Lukisan oleh Seruni Bodjawati. Judul: Bara Perlawanan Marsinah. Media: Acrylic on canvas. Ukuran lukisan: 130 x 100 cm. Tahun 2018. Available.

Ingin mengoleksi karya lukisan asli Seruni Bodjawati? Hubungi: 085602897020 (WhatsApp). Gratis biaya pengiriman, sertifikat resmi, dan berbagai bonus ekslusif.

If you would like to buy this original painting directly from the artist, order custom art or any business inquiries, please contact: +6285602897020 (WhatsApp), e-mail: serunibodjawati@gmail.com, or Direct Message on Instagram @seruni_bodjawati

Worldwide Shipping 

Curated Art Highlights

Buy Visionary Art & Commission Spiritual Painting - Worldwide Shipping

If you are looking to buy visionary art , collect spiritual paintings , or commission a custom visionary artwork with worldwide shipping, this is the place where art, spirituality, and refined aesthetics meet. Seruni Bodjawati offers original visionary paintings and bespoke spiritual art commissions for collectors, art lovers, and conscious buyers across the United States, Europe, Australia,  United Arab Emirates,  and Asia. Order spiritual and visionary artworks by Seruni Bodjawati , a renowned contemporary Asian visionary artist internationally collected by buyers in the USA, Europe, and Australia. Seruni is widely recognized as one of the leading female visionary artists in Asia , and her work is often compared to international visionary art icons such as:  Alex Grey,  Amanda Sage,  Martina Hoffmann,  Daniel Mirante,  Robert Venosa,  Luke Brown,  Android Jones,  Pablo Amaringo,  Emma Watkinson and James Jean. Visionary art is...

Biography of Indonesian Woman Artist Seruni Bodjawati

Seruni Bodjawati is an Indonesian woman artist and painter who has received various awards in the field of art and culture. Her artworks and paintings have been displayed in galleries and museums in various cities in Indonesia as well as in countries across Asia, Europe, and America. Indonesian woman artist and painter Seruni Bodjawati at her art gallery, presenting her award winning artworks and contemporary Indonesian fine art. Seruni Bodjawati started painting at a young age and won various children's painting competitions in Yogyakarta and Central Java since the age of three. She pursued her formal education in Bachelor's of Fine Arts in Painting at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta and Master's in Fine Arts Creation at the Postgraduate Institute of Indonesian Arts Yogyakarta. Continuously dedicated to the field of art, Seruni consistently expanded her creative scope by producing indie art films, creating Javanese Wayang puppet theater, managing art projec...